Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 April 2010

Re : First Love......

first love.............................

Mereka bilang,kalau jodoh pasti akan ketemu.Ku pikir kata itu hanya untuk penghilang rasa sakit di hati,atau cuma sekedar penenang agar tak putus asa.

aku jatuh cinta padanya tanpa kusadari,cinta memang aneh.Datang dan pergi sesuka hati.Pertama melihatnya,aku hanya melihat sebelah mata.Namun setelah itu,tanpa ku sadari dya selalu terlihat oleh ku,dimanapun itu.Aku benci sekaligus menikmati sesuatu sifat dalam diriku,Penasaran.Aku selalu penasaran dan ingin tau sesuatu yang baru hadir di hidupku.begitupun terhadapnya.Setelah setiap hari melihatnya,ada rasa ingin tau lebih.lebih,dan lebih jauh lagi.ku pikir aku akan bosan setelah tau tentang dya,seperti biasanya ku alami.Aku akan bosan setelah tau sesuatu,dan melupakannya.
Namun waktu bertindak berbeda kali ini,semakin aku menyelidiki dan deket denganya,semakin aku terbawa dalam dunianya,sulit untuk keluar "aku menikmatinya kali ya?".setiap aku menoleh ke luar kelas,ow........di depan situ ada dya,..hatiku berdesir,entah rasa apa,...????hari berganti,minggu berlalu,bulan pun ku tinggalkan.Aku merindukan dya bila sehari saja tak melihatnya,Aku bingung bila tak dapat senyuman darinya,....aku akan sendu bila menatap matanya,,,,mata yang penuh pertanyaan akan suatu jawaban dari hati.

Aku sadar,aku telah jatuh cinta padanya "jatuh cinta lagi,aeh benerkah ini cinta???????????????".tapi aku melihat kenyataan pahit,aku tau dya telah ada yang punya,walau dya selalu ada waktu bersamaku.ini salah!!dan aku mengalah,tak boleh menyakiti orang laen untuk menyenangkan diri sendiri.Akupun menyimpan rasa ini sampai waktu memisahkan kita.kita lulus,..n never say goodbye between us.kami gak pernah bilang kita pisah,..namun takdir memisahkan kami tanpa kata,.

Aku menjalani takdirku,dan dya.????????aku tak tau apa-apa lagi tentang dya.dua tahun enam bulan tanpa berita apapun.dan inilah yang terjadi pada kami.

"mungkin jodoh"

Kata-kata yang dulu selalu terucap untuk menghibur,kini aku alami.kami bertemu lagi."yuhu................senengnya rek."awal taun lalu.senin malam .lewat tengah malam,.aku melihat wajahnya,..dalam layar kecil mesin canggih di depanku.Rasa takut,seneng,penasaran semua rasa bercampur aduk.aku dengan ragu-ragu meng-close up fotonya,..OHHH MY GOD,is it really.???????????is him??OH GOD...............i can't beliving in my eyes.airpun mengalir di kedua pipiku,....Seneng.sedih.????????but its not dream.all really tobe happening.kamipun saling menegur sapa,...bercerita,bertanya,mengenang,...menemukan jawaban-jawaban yang bertaun-taun tergantung,,,di antara kami.

Dan aku bahagia,rasa itu masih hidup di hati kami,..seperti tumbuh lagi n bertambah baik hari ini.aku sunnguh mencintai dya,...aku tak pernah mengubur rasa itu atau mangganti dengan yang lain.

2,5 taun.jujur......... entah berapa pria datang dan pergi dalam kehidupanku,namun aku selalu mengingat dya,setiap pria yang datang dan berbicara padaku tentang masa depan,hubungan yang lebih serius,aku selalu ingat padanya "apa dya sudah menikah?"dan seketika itu aku terpuruk karna aku tak tau jawabnya.aku merindukannya.dimanapun aku berada aku terus memikirkan dya,merindukan dya,berharap dya masih mengingatku.waktu aku sendirian di JKT aku merindukan dya,aku di sini,di pantai negara ini,????aku mengenangnya dalam diam.pantai selalu membawa aku pulang dalam lamunan dan mengingatkan aku akan dirinya,ketika aku duduk di perbatasan cina makau,di pantai yang dingin itu,aku sunnguh merindukannya.



Namun semua itu kini berakir,kesendirianku,kesepianku telah lenyap dengan kehadirannya..aku menemukan dyA kembali.jalan hidup menuntun aku kepadanya,.semoga semua ini abadi seumur hidup kami.Amin Ya Alloh...........


i love u hend,thank for everything...u make me belive that life not to alonely,but for share with our soulmate,there are someone wait in us,untuk hidup bersama,makasih atas semua semangat hidup,aku sadar aku salah dalam berfikir.hidup takkan bahagia kalua hanya sendirian,kita butuh temen,setidaknya untuk mendengarkan kata hati kita.



thank all lover,....be happiness......

semangat oi....................

thank's tuk forum atas ruang tuk curhatnya.....

love u......

Kamis, 22 April 2010

Tak Cukup Kata

TAK CUKUP KATA


“Pergi”.Aku gemetar mendengar ucapan yang menyakitkan.Kata yang melempar,membanting aku jauh tak terengkuh.
Ku menoleh ke kanan.Dua meter disana,Ku lihat Ibuku tertunduk,menahan tangis.Menggigit bibir,menggumamkan namaku,”Kayla….”.lirih ku mendengarnya.Dari wajahnya ku melihat betapa Dya menyayangiku,namun tak kuasa melakukan apa-apa.Semua dibawah kendali suaminya,Ayahku.Aku mengerti apa yang ingin Dya lakukan,ingin mempertahankanku,untuk tetap tinggal bersamanya.Terus terisak,tangannya meremas-remas jari meluapkan rasa.

Ku arahkan mataku kesampingnya,duduk membuang muka,Kakak ku.Ku tahu ada air mata disana.Namun Dya laki-laki,tak mungkin memperlihatkan kelemahan,dan akupun tahu apa yang Dya pikirkan.
“Kenapa kau tak mendengarkan aku.?untuk mengabari aku dulu bila terjadi apa-apa”.
Dan disebelahnya,diam tanpa rasa.Ku paham arti semua itu,”bukan urusanku!”.mungkin itu yang Dya pikirkan.Dan aku sadar ,aku tak akur dengannya,karna Dya cemburu dengan kasih sayang suaminya terhadapku.
Tepat dihadapanku,sejengkal langkah kaki.Ayahku.Orang yang mengucapkan kata-kata paling pedas yang pernah aku dengar.
“Keluar kau!jangan pernah kembali”.suara Ayahku menggelegar.Ibuku tak kuasa menahan tangis,melelehlah kristal bening dari dua matanya,sesegukkan menahan rasa.Kakaku tak kuat mendengarnya dan Dyapun menjauh pergi.Istrinya,dengan ringan meninggalkan tempat dan menonton tivi.Aku semakin terpojok.Tak punya pilihan dan kesempatan.Dengan berat ku langkahkan kakiku menuju pintu.
Ku berhenti selangkah sebelum pintu,ku ingin berbalik memeluk Ibuku,menghapus air matanya dan berkata “Aku akan merindukan Mu,Ibu…”.
“Jangan lagi kau injakkan kaki dirumah ini.”kata-kata Ayahku menghapus anganku,aku terdorong paksa oleh kata.Aku melangkah meninggalkan semua.11.00 malam.Ku melihat jam di tanganku.Ku telusuri jalan tanah kecil kampungku,berdebu.Tak tahu mau kemana,hanya terus berjalan,melangkah tak pasti,gerimis turun.Langit seakan menangis bersamaku,pikiranku melayang entah kemana.

Seminggu yang lalu….

Aku bangu seperti biasanya,melakukan tugas rutinku.menyiapkan segala keperluan untuk sarapan juragan.Tak ada hal kurasakan.Entah kenapa,setelah sarapan juragan memanggilku,
“A Mui (adek),kesini..”panggilnya
“Hai (ya)”akupun menemuinya.
“Kau tanda tangan disini.”Dya menunjuk suatu kolom untuk aku tanda tangani.
“yau me si a (ada apa)”aku mencoba untuk bertanya.
“Ini tiket pesawat,lusa kau pulang ke Indonesia”.tambahnya tanpa menjawab pertanyaanku.
“Ini gajimu 2 bulan dan lain-lainnya,aku sudah beri semua”.katanya datar.
“me wa…(apa)????????????”Tanyaku menggebu.
“Bereskan semua barangmu,pergilah ke agent”.imbuhnya tanpa perasaan.
Aku tertunduk lemas,ingin menangis.Tapi tak mungkin aku menangis didepannya.Kulihat Dya mengibaskan tangan,ku paham maksudnya.Menyuruhku pergi dari hadapnnya,dari rumahnya.Dengan menguatkan hati,aku berdiri.Berlalu dari dya menuju kamarku.membereskan barang yang memang tak seberapa.Kubuka tas kecilku..”baru dua bulan aku disini,dan sekarang harus pergi..?”gumamku dalam hati,tanganku terus meraih barang dan memasukkan ke dalam tas.
Dan pikiran-pikiran aneh semerawut di otakku.Hatiku gundah,”kemana aku akan pergi setelah ini..?bagaimana aku menyampaikan ini kepada keluargaku di Indonesia..?apa yang akan dilakukan agent padaku nanti..?”ketakutan-ketakutan menguasaiku,berdesak-desak dalam otakku.
30 menit kemudian,aku dengan tas kecilku melangkah menuju pintu,ku lihat sejenak kedua juraganku.Duduk di kursi kesayangan,membaca koran.
“bye-bye”sapa mereka.
“siu sam a (hati-hati),lihat jalannya.”imbuhnya datar.
Ku buka pintu,”bye-bye”,ku melangkah pergi.Kuturuni tangga.Aku keluar dari Flat rumahku yang hanya sementara.
“bye-bye”sapaku ketika ku melihat satpam pintu depan yang baik hati.
Sampai di agent,ritual penyambutan untuk anak yang di interminit menantiku.Mereka ngoceh ngalor ngidul,aku tak peduli.Aku menunduk dan sekali-kali aku jawab”hai (ya)”untuk merespon kemarahan mereka.
Dua hari kemudian,aku terbang pulang ke Indonesia.Karena agent tak mau mencarikan majikan baru untukku.Semua uang amblas ditangan agent,hanya beberapa lembar tersisa dan pas untuk transport sampai kerumah.Keesokan harinya aku sampai di rumah tanpa kabar sebelumnya.

“Assalamu’alaikum”,sapaku sambil mengetok pintu.
“wa’alaikumsalam”suara dari dalam menjawab salamku.
Pintu terbuka,aku tak mengenalnya.Kemudian dari dalam muncul ibuku,dengan haru dan air mata Dya memelukku.

“Kayla..”ucapnya dalam pelukanku,setengah terisak menahan tangis.
“Ya,Bu”jawabku,ku eratkan pelukanku.
Menyusul dibelakangnya Ayahku,Kakakku dan yang membuka pintu tadi adalah kakak iparku.Mereka memelukku bergantian,melepas rindu.Mereka menyambutku dengan hangat.Sampai keesokan hari.

Jam menunjukkan 9.00 malam.Kami berkumpul di ruang keluarga.Kami ngobrol banyak hal,mereka bertanya kepadaku tentang pekerjaanku,bagaimana suasananya??,bagaimana kerjanya??bagaimana juraganku?? dan tidak ketinggaln tentang gajiku.
“Kenapa tiba-tiba pulang tanpa kabar..?”ibuku membuka.
“Aku dipecat,Bu..”.ku jawab pelan takut mengagetkannya.
“Di pecat..??kok bisa..??”kakaku memburu.
“Aku gak tahu”jawabku singkat.
“Piye to kok gak ngerti”,Ayahku menyela.
“Aku tanya mereka,tapi gak dijawab”.
“Bagaimana dengan gajimu..?”Ayahku meninggikan suara.
Aku hanya bisa menunduk dan menggeleng.
“Jawab”,bentak Ayahku.
“Semua diambil agent”aku masih menunduk.
“Bohong”Ayahku tak percaya.
“Pasti kau telah hura-hura,hingga juraganmu tak suka.ayo jujur”.Ayahku membentakku.
“Bener Yah.semua diambil agent,karna aku belum selesei potongan”.
Ku jawab dengan hati-hati.Dan ku jelaskan semua yang telah terjadi padaku.Namun penjelasanku tidak diterima oleh Ayahku,Dya murka.Tak cukup kata untuk mendapatkan maaf dari kesalahan yang aku sendiri tak tahu dimana letaknya.Dya mengusirku,karna aku pulang tanpa hasil.Dan saat itu pula aku tersungkur,lemah tak berdaya.Hilang semua harapanku,hancur semua mimpi-mimpiku,bahkan keluargaku tak menerima takdirku.Aku merasa sendiri,tak punya apa-apa dan siapa-siapa.

Ku terus berjalan,ku sampai jalan besar.Air mataku bercampur hujan,aku tenggelam dalam kalutnya pikiran,tak merasa apa-apa.

Tin tiin tiiiinn tinn………………………………………..
Bruk……..
Gelap.
“Tabrakan tabrakaaaaan…….tabraaaaaaaaaakan….”.”rumah sakit.ambulan…..”.”rumah sakit”.